Kita hanya ingin melihat kebahagiaan seperti yg kita rasa sewaktu kecil tapi kenapa begitu sulit terwujud? Ini bukan lg ttg salah dan benar tapi tentang hukum malam dan terang silih berganti namun ego dan tamak menjadikan itu tidak menjadi pertanda apapun. Sekali lagi bersyukurlah bersama-sama, bersilaturahmilah, kelak ukiran usia di dahi akan menenangkan hausnya kebahagiaan jiwa kita.

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s