Segalanya memiliki Kita

Mungkin kita berpikir kita masih memiliki diri kita saja, atau hanya kau dan kau saja yang ada dalam daftar inventaris diri. Benarkah?

Namun saya membalikkan sedikit fakta bahwa segala yang ada di sekitar kita itu memiliki Kita. Apakah itu alam, apakah itu tetangga kita, apakah itu keburukan, apakah itu hubungan, semuanya memiliki kita hingga pertautan janji alam terlepas dalam sukma kita.

Waktu hanya menunjukkan dirinya dalam perspektif yang tak perlu dihiraukan keberadaannya. Kitalah yang harus memberikannya warna. Agar cahaya mampu mengenali siapa dan bagaimana kita berlaku di dunia ini.

Inilah metode mengenal diri yang ofensiv. Diri yang begitu keras untuk mengerti sekelilingnya. Dan itu pun berlaku untuk diri ini.

Sedikit fakta akan terdiamnya diri ini dalam sebuah pergaulan kelompok menjadikan tingkat stres meningkat. Adakah hal yang mesti dan wajib dilakukan oleh umat manusia seperti agama mewajibkan umatnya untuk Sholat? Ternyata tidak. Kita hanya dianjurkan untuk saling berbagi cinta agar kita mampu mengenal Tuhan dengan jalan cinta agar semua perintahnya adalah ungkapan cinta yang tiada batas.

Agar kita pun melakukan perintah itu dengan kinsep cinta yang tanpa pamrih dan tiada harapan selain Diri-Nya untuk diri kita. Kita bersumber dari-Nya namun kita bukanlah Dia. Kita menginginkan-Nya walau hanya dalam baris kalimat.

Ini bukanlah kekafiran. Kekafiran yang ada dalam pikiranmu harus dihapus jauh-jauh. Ketundukanmu pada Tuhanmu adalah kekafiranmu yang terselubung karena kau menginginkan sesuatu dari ketundukanmu itu.


Ingat, kita diperintahkan untuk taat, untuk takwa. Apa artinya takwa?


Sangat panjang untuk dijelaskan.


Jika seseoramg yang engkau cintai untuk menyuruhmu melakukan sesuatu yang engkau tidak sukai berdasarkan logika, apakah engkau sanggup melakukannya? Jawabannya sudah pasti. Bagi pecinta sejati sanggup melakukan segala sesuatu untuk memenuhi ego kekasihnya. Ego setiap perintahnya adalah jalan Cintanya.


Ini bukanlah ilmu yang harus dikaji. Karena semakin engkau mengkajinya maka engkau akan semakin menjauh dari cinta itu sendiri.


Sulit menerjemahkan apa makna cinta sejati itu. Namun, disaat kau mampu merasakan getaran disekelilingmu seperti getaran yang ada dalam sukmamu maka engkau telah bergetar dengan getaran semesta dan engkau lah Raja manusia. Dan kita semua akan menjadi raja untuk diri sendiri dimana kita telah memiliki Jiwa Ketuhanan dalam diri kita berupa Cinta itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s