Teka-teki Kehidupan (2)

“Sesuatu yang bernapas tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (QS.Ali Imran:145)

Jelaslah sudah bahwa Islam telah memecahkan teka-teki kehidupan melalui Ayat di atas. Kehidupan ini bukannya sulit ditebak tetapi kemalasan dirilah yang membuatnya terulang terus menerus dalam bentuk kesalahan mental dan psikologis sehingga salah dalam menyederahanakan makna dan arti hidup ini. Sehingga kita terkadang mengambil jalan yang singkat untuk mengakhiri hidup ini.

Teka teki pertama yaitu tentang hidup dan mati. Sesuatu yang masih bernapas adalah syarat dikatakan hidup dan hanya posisi inilah kita masih memiliki hak dan kewajiban. Kematian itu tidak ada yang terencanakan dan terjadi karena kesialan seperti sial memilih pesawat terbang yang akhirnya pilihan kita terkena bencana atau yang lainnya. Ini berarti kematian itu memang telah memiliki garis batasannya. Garis batasannya terikat dalam waktu. Dan setiap waktu itu akan mengalami momennya (kematian) walaupun kita berada ditempat seaman pun di dunia ini.

Dengan ayat ini pula kita diajarkan untuk tidak takut melakukan sesuatu dikarenakan kematian yang akan menjemput. Misalnya, menjadi tentara, kita tidak takut menjadi tentara walaupun kematian senantiasa menjemput jika ada musuh yang menembaki kita tetapi dengan ayat ini keyakinan akan hidup mati seseorang itu di tangan Allah.

Dan bagaimana pula dengan kekayaan? Kenapa orang kafir banyak yang kaya raya dan orang Islam sendiri berada di garis kemiskinan? Dalam ayat ini menegaskan bahwa siapa yang menginginkan pahala di dunia ini dalam bentuk harta maka Allah akan berikan. Sebaliknya yang menginginkan pahala akhirat akan diberikan pula nanti di akhirat dan apa perbedaan antara orang yang diberikan pahala dunia dengan akhirat? yaitu yang diberikan pahala akhirat akan sering-sering bersyukur dari pada mereka yang HANYA menginginkan dunia.

Pertanyaannya adalah apakah salah kalau kita menginginkan kedua-duanya? Yaitu menginginkan pahala dunia lebih-lebih pahala di akhirat? Jawabannya adalah selama Anda bisa menanggung tanggung jawab itu maka silahkan, karena kesalahan manusia sekecil atom pun akan diminta pertanggung-jawabannya di akhirat kelak Insya Allah, mudah-mudahan kita semua berada dalam golongan orang-orang yang beruntung di akhirat kelak. Amin ya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s