Sholat menjadikanmu Fokus


Apakah Anda sulit memusatkan perhatian pada satu titik masalah? Atau sulit memilah-memilah keadan dan situasi untuk menyelesaikan sebuah kasus? Maka salah satu cara terbaik untuk melatih fokus Anda adalah dengan Sholat. Mengapa Sholat? Karena dalam Sholat terdapat perpaduan antara kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan intelejensi dan kecerdasan kinetis. Perpaduan dari 4 unsur ini menjadikan hati dan pikiran kita menjadi satu arah dan konsep dalam melihat, mendengar dan meraba objek yang ingin kita selidiki dan selesaikan.

Dimana letak perpaduan 4 unsur ini dalam Sholat? Berikut kami jelaskan.

1. EQ dalam Sholat

Dalam Sholat kita dianjurkan untuk berjamaah. Hal ini dikarenakan kehidupan kita pada strukturnya bukanlah individu-individu tetapi merupakan satu kesatuan terhadap kehidupan sesama manusia, untuk itu, Sholat dianjurkan untuk merapatkan barisan dengan harapan napas komunikasi dan emosional (EQ) dapat lebih terbangun berkat anjuran berjamaah ini.

Dari dalil yang menunjukkan wajibnya shalat berjama’ah adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat serta ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah:43).

2. IQ dalam Sholat

Dalam Sholat ada banyak bacaan yang Anda harus hapal dan tentu saja memamahmi makna yang tersurat maupun tersirat didalamnya. Untuk itu, dibutuhkan IQ yang sepadan untuk mewujudkan konsep ini. Anda sulit membaca akan membuat kadar pemahaman Sholat Anda jauh dari fungsi keseluruhannya namun dalam sisi ibadah, itu adalah keputusan Allah SWT, apakah Sholat Anda diterima atau tidak, namun pada sisi IQ-nya, Anda harus bisa memahami makna bacaan Sholat Anda setahap demi tahap.

Mengapa harus kita ikutkan IQ kita saat Sholat? Karena, dalam Sholat pasti ada banyak godaan yang datang, bagi mereka yang lemah IQnya bisa saja mengikuti arus lamunannya itu dan dia menganggap itu adalah hal yang wajar dan bahkan dia menganggap itu adalah ilham sehingga dalam Sholatnya dia lalai.

`…. maka celakalah orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dalam sholatnya, dan orang-orang yang berbuat riya” (QS Al-Ma’un 107: 4-6)

Makanya, arti sesungguhnya Sholat itu harus kita pahami dengan hati dan pikiran kita yang terkumpul dalam IQ kita yang senantiasa selalu meng-update info-info tentang Sholat dari para Ulama (orang yang berilmu).

Dan inilah yang ingin kita capai, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab dan dirikan sholat. Sesungguhya sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah dalam (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah lain)” (QS Al Ankabut 29: 45)

Dan tak lain yang mampu memaksimalkan fungsi dan tujuan ini kecuali kita melibatkan kecerdasan kita didalamnya.

3. SQ dalam Sholat
Hal ini kita tidak ragukan lagi karena Sholat adalah salah satu dari rukun utama dalam pengembangan spiritual Islam. SQ bisa dikembangkan oleh setiap agama dengan metode dan syarat yang berbeda. Namun dengan inti yang sama yaitu menegakkan kalimat Tauhid sesuai versi masing-masing. Namun inti dari tauhid (mengEsakan Tuhan) itu adalah kita dituntun untuk mempercayai sesuatu yang melebihi Kekuasaan yang ada di dunia ini, dan itu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

Letak nilai spiritual yang paling tinggi dalam Islam adalah dalam Sholat dimana kita mampu bertemu dengan Sang Pencipta, Nabi Muhammad Saw bersabda, bahwa “sholat itu adalah mi’rajnya orang-orang mukmin”. Yaitu naiknya jiwa meninggalkan ikatan nafsu yang terdapat dalam fisik manusia menuju ke hadirat Allah.

SQ setiap ibadah dalam Agama akan menggetarkan IQ dan EQ nya untuk bisa berbuat yang lebih baik lagi atau istilahnya mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (kalau keji dan mungkar berarti semua dosa dan salah sudah masuk didalamnya). Jika IQ dan EQ bergetar maka kesadaran kita akan bertambah dan inilah bekal kita untuk menjalani jalur hidup kita masing-masing.

4. Kecerdasan Kinetis dalam Sholat
Siapa yang belum mengerti gerakan dasar dari Sholat? Kecuali mereka yang belum Islam, namun banyak diantara mereka yang non-Islam malah lebih mengetahui seluk belum gerakan Sholat kita, sedangkan kita yang senantiasa menegakkannya hanya menerima secara bulat-bulat dan bahkan mempertentangkannya dengan satu perkara dengan perkara lainnya lantaran berbeda paham dan berbeda guru serta berbeda bacaannya (Hal ini pada prinsipnya bagus karena kita melibatkan IQ kita namun perselisihan juga buruk hasilnya jika dilakukan berkepanjangan). Saya disini tidak menentang perselisihan namun saya lebih mendukung pada penyelesaian yaitu mengembalikan Tauhid kepada pijakan Dasarnya yaitu, Tuhan kita satu, Kitab kita satu dan Rasul junjungan kita juga sama.

Baiklah, dimana letak kecerdasan kinetik dari Sholat kita?

Pertama, Sholat kita memiliki banyak unsur gerakan yang melibatkan semua panca indera kita. Singkat kata, keteraturan dan keseimbangan dalam gerakan yang sudah di Syariatkan (yang sudah ditetapkan) akan melatih organ tubuh bagian luar dan dalam kita, sehingga hal ini menjadikan kita lebih prima dalam melakukan Sholat lebih kontinu dan konsisten. Dan dari sinilah akan terbentuk kecerdasan kinetis dari tubuh kita.

Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“ Paling dekatnya seorang hamba kepada Allah adalah pada waktu dia sujud, maka perbanyaklah doa (pada saat itu) “(H.R Muslim dari Abu Hurairah)

Disini saya tidak akan menguraikan doanya tetapi alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Tahukah Anda bahwa gerakan sujud adalah puncak dari suatu penyembahan? Mengapa? Karema di saat itulah Gravitasi Bumi tidak berlaku lagi, dimana posisi jantung (hati secara rohaniah) lebih tinggi dari posisi otak (pikiran) kita. Karena kita ketahui, diluar dari sujud, atau keadaan biasa, otak diberikan posisi yang luar biasa yaitu di atas dari tubuh kita, namun di saat sujud, disitulah proses dibalik, yaitu sebuah penyerahan diri, dimana tubuh telah menyadari (mengapa tubuh bisa cerdas memahami bahwa sujud itu memiliki makna demikian? Karena, saat sujud, aliran darah ke otak mendapat dukungan penuh dari pompaan jantung kita) bahwa disitulah posisi kita bisa berkomunikasi dengan pencipta dari tubuh kasar kita ini.

Itulah Alasan mengapa Sholat itu memiliki makna yang lengkap ketimbang ibadah (ritual) yang lain. Semoga kita diberkahi Ilmu yang lebih lagi dari Allah SWT, agar nilai Ibadah kita terutama Sholat kita bisa lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah SWT.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS Al Baqarah 2: 45-46)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s