Berhenti pikirkan mereka

Orang yang kecenderungan untuk melihat hal-hal yang mereka inginkan dan berkata, ” Ya, saya suka itu, saya ingin itu.” Tetapi, mereka melihal hal-hal yang tidak mereka inginkan dan mereka memberi energi yang sama, bahkan mungkin lebih besar, dengan pemikiran bahwa mereka dapat mengenyahkannya, menghapusnya, menyingkirkannya. Di masyarakat kita kita telah dibiasakan dengan perlawanan terhadap sesuatu. Perlawanan terhadap koruptor, perlawanan terhadap AIDS, perlawanan terhadap kemiskinan, perlawanan terhadap perang, perlawanan terhadap teroris, perlawanan terhadap obat-obat terlarang. Kita cenderung melawan segala sesuatu yang tidak kita inginkan, yang sebenarnya justru menciptakan lebih banyak perlawanan. Jadi apa solusinya?

Segala yang kita fokuskan akan kita ciptakan. Jadi misalnya, jika sunggu-sungguh marah pada pada koruptor, atau demonstrasi di jalanan atau penderitaan maka kita menambah energi kepadanya. Kita mendorong diri dan hanya menciptakan penolakan.

Apa yang Anda tolak akan bertahan.

Apa yang Anda tolak justru akan bertahan karena jika Anda menolak sesuatu, Anda berkata, “Tidak, saya tidak menginginkan hal ini, karena ini membuat saya merasa begini — perasaan yang saya rasakan saat ini.” Jadi, Anda memancarkan sebuah emosi yang sangat kuat dari “Saya sungguh-sungguh tidak menyukai perasaan ini”, dan perasaan tidak menyenangkan itu justru akan mendatangi Anda dengan cepat.

Maka, “Berpikirlah dengan Benar, pikiranmu akan memberi makan kelaparan dunia”.

Talk Less Do More.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s