Kenapa Kau Hadirkan Rasa yang Berbeda

Terkadang kau hadir bersama rasa yang berbeda dengan apa yang saya butuhkan. Kau lebih sering menolak keadaanku ketimbang mengambil alih kasihku yang tiada sempurna ini. Takkan perih batinku ini bila kau memilikiku. Sesungguhnya hidup ini adalah milik kita berdua. Mungkin aku harus mengerti akan dirimu.

Sulit kuterjemahkan sikapku kepadamu. Kamu lebih sering berkelana dengan hematnya berpikirmu. Pikiran ini menjadi lelah karena cinta yang basi ini. Tak ada lagi kata jelas yang ingin kuucapkan padamu. Sugesti-dan sugesti yang hanya kulakukan untuk meyakinkanku akan hadirnya rasa yang kaya dalam diriku. Aku takut.

Ketakutan terhadap sesuatu yang telah dipertahankan dan membandingkan dengan hamparan luas di depan. Ku takut menjadi kenangan.

Hatiku buyar saat ini. Di saat kubutuh yang sebenarnya tidak kuketahui apa yang saya butuhkan namun diri ini telah jauh terlibat. Kuingin kesempurnaan dari pasanganku. Aku memang salah. Tapi aku mundur dari kesalahanku.

Maafkan aku yang tak sempurna menjadi pasangan untukmu. Aku keluar dari rasa ini untuk sementara waktu. Kenanglah aku sepajang hidupmu. Mungkin suatu saat nanti, kau temukan bahagia mesti tak bersamaku. Bila, nanti kau takkan kembali kenanglah aku sepanjang hidupmu. Selamat tinggal rasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s