Kuasa Takdir

Kemana pun mata ini melihat, yang ada hanyalah hamparan yang tak berarti. Tak dapat kujangkau dengan ilmu yang dangkal. Serasa dahaga ini bertambah. Dan tenggorokan ini sesak oleh ketidakberdayaan melawan arus perubahan takdir. Itulah kuasa takdir, dimana manusia diajarkan untuk menyandarkan segala rencananya pada hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Kuasa takdir dalam hidup manusia itu absolut. Tidak dapat diubah dan diganggu gugat. Misalnya, jika kita lompat dari lantai 7 maka takdir kita pasti mati atau luka parah. Itu adalah kuasa takdir yang berada dalam hukum Fisika. Tak ada yang bisa mengelak dari konsekuensi ini.

Hal ini mengundarkan banyak komentar dari banyak kalangan. Karena, kebanyakan dari kita menganggap sebuah nasib hidup sebagai takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT. Padahal tidak. Miskin dan kaya adalah nasib, bukan takdir. Tak ada satu pun menurut saya manusia diciptakan menjadi miskin terus atau kaya terus. Tapi, ini adalah keadaan dimana seseorang bisa mencapainya jika dia menjalani rute-rute menuju kesana. Dan saat dia telah melakukan syarat dan ketentuannya maka takdir Allah SWT yang berbicara bahwa “Anda berusaha maka Anda akan meraihnya”. Inilah takdir kita jika kita mau merubah nasib kita sesuai info dan ilmu yang telah kita pahami sebelumnya.

Jika kita memahami bahwa nasib itu selamanya bisa berubah-rubah tergantung seberapa siap kita mempertahankan dan merubah pola keyakinan yang telah mengkristal dalam pikiran alam bawah sadar kita. Namun tidaklah selamanya untuk mengubah nasib maka kita harus mengubah keyakinan yang telah kita tahu bahwa itu adalah benar. Terkadang kita harus percaya pada kuasa takdir bahwa, kita memang telah dianjurkan untuk menjadi teladan namun dengan tanpa harus ada materi yang mengelilingi kita. Karena pada dasarnya, baik-buruknya sesuatu jika kita memilikinya, Allah jugalah yang mengetahuinya dan menetapkannya pada hamba-Nya yang soleh dan solehah.

Ingin jadi apa kita? Itulah sebuah proses mencari jati diri kita di tengah era cyber jaman sekarang kita haruslah mempercayai takdir Allah SWT dalam Qada dan Qadhar yaitu takdir baik dan buruk dan pula sesuatu yang telah ditetapkan dan akan ditetapkan. Namun sekali lagi, nasib itu ada di tangan kita sendiri. Salam pembaharuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s