3 Hal yang terlupakan

Ada 3 hal yang manusia lupa syukuri yaitu penglihatan, pendengaran dan hati mereka (dapat dilihat pada Q.S. Al Mulk ayat 23). Mengapa 3 hal ini yang menjadi pokok bahasan artikel ini? Dikarenakan hal syukur menjadi begitu sulit dipadukan dalam kehidupan sehari-hari kita. Apa alasannya? Karena lupa dan merasa tidak memiliki waktu.

Penglihatan sulit disyukuri karena, melalui jiwa penglihatan kita, ada banyak warna yang menyilaukan kita, ada banyak objek yang menjadi real di mata kita sehingga memicu hasrat dan nafsu kita. Akhirnya, kita menghabiskan waktu dan tenaga untuk membayar semua yang memuaskan penglihatan kita. Melalui penglihatan pula kita bisa mengakses nilai keindahan dari manusia terutama kaum hawa namun hal itu pula yang menjatuhkan kita ke lembah kemaksiatan. Dan melalui penglihatan pula kita menghabiskan waktu untuk menonton film-film yang semakin menjauhkan kita pada nilai-nilai syukur yang sempurna.

Pendengaran begitupun adanya. Melalui pendengaran kita mampu menangkap seluruh bahasa yang tersebar di penjuru dunia. Namun, dari pendengaran ini pula kita menjadikan diri sebagai biang provokasi untuk saling menyalahkan antara teman sendiri dan mengundang perpecahan antar sesama. Dan rasa ingin mengetahui gosip pun menjadikan pendengaran kita kebal terhadap panggilan Adzan untuk menegakkan Sholat, dan akhirnya syukur itu terlepas dari ingatan sadar kita.

Baik pendengaran maupun penglihatan. masing-masing memiliki hak akseske memori otak yang sama besarnya dan bahkan ada bagian otak tertentu untuk melaksanakan fungsi keduanya, yaitu otak belakan diakses oleh mata dan otak samping kiri dan kanan diakses oleh pendengaran. Maka tidak salah bila telinga dan mata adalah gerbang masuknya ilmu pengetahuan. Maka keduanya patut kita syukuri.

Poin terakhir adalah Hati. Berkat adanya hati, kita bisa merasakan keberadaan sesama kita walau pun di tengah gelap gulita. Kita mampu merasakan kepedulian umat manusia walau terpisah jarak beribu meter. Dengan hati pula kita mampu memanjatkan segala macam doa. Dan dengan segalanya dapat dirah hanya dengan hati yang suci dan ikhlas.

Namun, lagi-lagi, biang kerok sang Iblis menggoda umat manusia melalui hatinya. Jika kesalahan itu telah melekat di hati seseorang, maka tak ada satu orang pun yang bisa mengajaknya kepada jalan yang terang dikarenakan pantulan cahaya Ilahi tak mampu diserapnya lagi. Sungguh merugi orang tersebut.

Namun, harapan itu selalu ada. Yaitu jika kita mampu mensyukuri ke tiga hal yang diberikan oleh Allah SWT, yaitu penglihatan, pendengaran dan hati. Mengapa hanya ketiga hal tersebut? Karena jika kita mampu mensyukuri ketiga hal tersebut maka yakin saja, hal yang lain pun dengan mudah kita syukuri karena syukur pada penglihatan akan mengundang syukur kita setiap harinya karena penglihatan senantiasa menemani kita sampai usia mengurangi fungsinya. Inilah syukur yang akan membersihkan cermin di hati dan hati kembali mampu menerima pantulan Cahaya terang Allah SWT. Sehingga setiap saat, ucapan kita menjadi doa, dan menjadi kenyataan di hadapan Allah SWT untuk kita hambanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s