Membangkitkan Energi Al Quran

Apakah benar dalam kitab Al Quran mengandung energi tersembunyi? wah kalau benar pantas saja banyak yang jadikan jimat. Namun, dimata kami, perbuatan itu adalah syirik. Memang Al Quran memiliki energi tersembunyi tapi buka tersembunyi dalam kitabnya yang diri dari kertas dan tulisan berjenis Arab, tetapi secara hakikat, Energi itu akan keluar dari Al Quran jika melakukan sesuatu yang tepat dengan waktu dan tempat yang tepat pula.

Energi adalah hasil olahan teknologi, dan setiap teknologi menuntut suatu metodologi: Ini wajib! Tidak ada satu prosespun dalam teknologi yang tidak menggunakan metodologi. Metodologi dalam Al Qur’an namanya Thariqat.

Kelak, insya Allah, barulah kita rasakan dan alami sendiri dengan nyata dan faktuil akan ke-Maha Benar-an firman ilahi dan sabda-sabda Rasulullah SAW secara realita. Allahu Akbar! Selama ini Thariqatullah selalu diabaikan, dikhilafiahkan, bahkan disyirikkan oleh sebagian kaum Muslimin yang kurang paham tentang Tasauf dan Teknologi; padahal betapa tinggi kedudukannya dalam Al Qur’an dan Al Hadist. Tasauf dan Metodologinya ini dapat membawa kita pada dimensi Ihsan yakni salah satu dari tiga pilar pokok agama Islam: yaitu Iman, Islam dan Ihsan, yang ketiganya harus diterima secara keseluruhan .

Dalam firman Allah SWT (QS. Al Baqarah ayat 208):

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Kekhilafiahan terhadap metodologi cara membaca Kalimah Allah ini terjadi sebagai akibat pengaruh sangat negatif, serta ditipu-daya kaum orientalis jahat yang licik, musuh bebuyutan kamu Muslimin yang mengisukan bahwa Thariqatullah bersumber dari prinsip-prinsip non-Islami dan syirik. Mereka dengan sengaja melemparkan isu-isu ini untuk menyesatkan dan memecah belah umat Islam supaya lemah, karena mereka tahu benar bahwa Tasauf dan Thariqatullah itulah yang merupakan benteng ketahanan mental spiritual umat Islam Maha Dahsyat yang bersumber dari energi metafisis Ketuhanan yang murni dan Maha Akbar yang disalurkan melalui suatu metodologi dahsyat dalam Teknologi Metafisika Al Quran.

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran dan dikuatkan pula dalam Al Hadits, bahwa dengan menyebut ayat-ayat Al Quran dan kalimah Allah (secara metodologi teknologis) yang mengandung energi Maha Dahsyat, maka kita akan temukan bahwa kalimah Allah dan ayat-ayat Al Quran antara lain:

1. Akan dapat menunda hancurnya dunia,
2. dapat memadamkan bahaya api peperangan,
3. dapat menghancurkan segala godaan jin, syaitan dan manusia,
4. dapat membentengi diri dari segala macam huru-hara,
5. dapat memenangkan segala macam perjuangan, karena bagi Kalimah Allah yang Haq tidak ada kamus kalah,
6. menghindarkan diri dari bencana alam dunia dan alam akhirat,
7. juga Al Quranul Karim dan Kalimah Allah dapat menghancurkan segala macam penyakit yang berat-berat termasuk kanker dan AIDS sesuai dengan QS. Al Israa’ ayat 82:

“Dan Al Quran itu kami turunkan untuk obat bagi segala macam penyakit dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.”

HR. Ibnu Majah:

“Ambillah/pergunakanlah olehmu sekalian akan dua obat penyembuh yaitu madu dan al-Qur’an.”

Tuhan berfirman dalam Surat Yusuf ayat 105:

Sesungguhnya petunjuk-petunjuk Allah banyak sekali terdapat dalam Ilmu Alam, Kimia dan lain-lain ilmu eksakta. Oleh sebab itu, kita jangan lupa mengolah Al Quran dari sudut teknologinya, karena selama ini Al Quran lebih banyak diriset dari sudut ilmu sosial-budaya saja. Coba kita renungkan betapa banyaknya ayat-ayat Al Quran yang mengandung tenaga teknologi, antara lain Surat Al Hasyir ayat 21:

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.”

Surat lain yang mengungkapkan kedahsyatan energi metafisika Ketuhanan yaitu Ar Ra’ad ayat 31:

“Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al-Qur’an itulah dia) [774]. Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. [774]. Dapat juga ayat ini diartikan: “Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan membacanya gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat bicara (namun mereka tidak juga akan beriman).”

Apakah semua ayat di atas ini sudah diriset, sudah diujicoba? Kalau telah diriset dan diujicoba bagaimana hasilnya? Pasti harus ada metodologi dalam pelaksanaan teknisnya, barulah Kalimah Allah dan ayat-ayat tersebut akan mengeluarkan power sehingga menjadi benteng Maha Dahsyat yang dimensinya tidak terhingga tingginya dan tidak dapat ditembus oleh dimensi apa sajapun di dunia dan di akhirat.

Sumber : Makalah YML Ayahandaguru Prof. DR. Kadirun Yahya, MSc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s