Teknologi Metafisika Islam

Ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya Kalimatullahi Hiyal Ulya.

Sekarang kita mengurai cara pelaksanaan teknis, the how to do-nya, agar Kalimatullahi Hiyal Ulya itu benar-benar tertanam secara eksak dan realistis, duduk mantap di hati sanubari insan sejalan dengan derap kemajuan ilmu pengetahuian dan teknologi yang tertanam dalam otaknya. Kita telah lama mendengar peribahasa dalam bahasa Inggris yang berbunyi:

“It is not the gun, but it is the the man behind the gun.”

Peribahasa tersebut sekarang kita tambahi dan kita rinci seperti berikut:

“It is not the gun and it is not the man behind the gun, but it is the spirit (of God) in the soul of the man behind the gun.”

Artinya, yang menentukan bukan sarana atau kejiwaan manusia, melainkan yang paling menentukan adalah ruh manusia itu yang di dalamnya harus tertanam Kalimah Allah. Masalahnya bagaimana kita mampu berhampir dengan Allah SWT melalui ibadat yang mantap sesuai dengan akidah dan syariat agama Islam.

Dalam hal ini yang Maha Pokok adalah bagaimana mengetahui cara pelaksanaan teknis mengamalkan Kalimah Allah yang dipraktekkan dengan metode Thariqatullah yang termasuk dalam Ilmu Tasawuf. Metode Thariqatullah ini ialah metode untuk membentuk insan kamil dengan mendudukkan Kalimatullahi HIyal Ulya yang tersalur dari sisi Allah, bukan ke dalam dimensi manusiawi dan bukan ke dalam otaknya melainkan ke hati sanubari insan itu yang merupakan sentral daripada keinsanan manusia itu sendiri, Kalimah Allah mana harus disalurkan melalui channel-nya dan frekuensinya yaitu Nuurun ‘Alaa Nuurin-Nya/Channel-Nya yang diwarisi, diteruskan dari Rasulullah SAW!

Firman Allah SWT di dalam Hadits Qudsi:

“Laailaaha illallah itu adalah perkataan-Ku dan dia adalah Aku.”

Memasukkan Kalimah Allah dalam hati sanubari insan melalui saluran teknisnya ialah secara langsung tersalurnya Kalimah Akbar dari sisi Allah melalui salurannya, langsung masuk tertanam ke dalam hati sanubari sang insan. Kalimah Allah yang sedemikain rupa yang tertanam secara nyata ke dalam hati sanubari insan, hanya itulah yang mampu menghancurkan segala unsur yang onar terutama unsur as-syaitan di mana saja syaitan itu berada!

“Tidak dapat memuat bumi dan langit-Ku akan Asma-Ku melainkan hati hamba-Ku yang suci, lunak dan tenang.”

Inilah hakikat dan inti saripati dari artikel ini (isi artikel ini kami sadur dari makalah YML Prof.DR.H.Hadirun Yahya MA, M.SC)!

Bahwa umat Islam telah menerima dari Allah SWT melalui Rasulullah SAW satu bundel naskah suci Al Quranul Karim yang antara lain memberikan penunjuk tentang adanya energi metafisika Ketuhanan Yang Maha Dahsyat yang terkandung tersembunyi dalam Al Quran itu sendiri, untuk dimanfaatkan guna meraih kemenangan hidup dunia akhirat dalam setiap perjuangannya.

Al Quranul Karim yang sejauh ini lebih banyak hanya dibaca-baca, ditafsirkan, dipuji dan dihormati, ternyata cara pengeluaran dan pemanfaatan dari energi-Nya selama ini tidak diriset dan tidak diketahui serta tidak dihayati sama sekali. Naskah tersebut lebih sering hanya disimpan baik-baik di tempat terhormat, tanpa dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemenangan hidup dunia dan akhirat. Betapa ruginya kaum Muslimin selama ini sebagai pemilik Al Quran!

Al Quran yang begitu lengkap, luas dan dalam, yang mengandung segala unsur Maha Bernilai serta dapat menghasilkan Energi Maha Dahsyat, benar-benar wajib kita selidiki kembali, khusus dimensi teknologi metafisikanya. Dengan dimensinya yang Maha Tinggi dan dengan getaran-getarannya Yang Maha Ultrasonoor dari Kalimah Allah Yang Maha Agung, yang disalurkan dan dipancarkan langsung dari sisi Allah SWT melalui channel tunggal mulia yang dihujamkan Allah dalam diri Rasulullah SAW (HR. Abu Syuraih al Khuja’i):

“Bahwasanya Al Quran ini satu ujungnya di tangan Allah, dan satu lagi di tangan kamu (Muhammad)”

kita pasti mampu mengatasi segala macam energi dan kekuatan negatif yang terdapat di dalam alam semesta ini, termasuk energi negatif dari atom dan nuklir serta bencana apa saja, berupa peperangan, penyakit apa saja, huru-hara segala macam corak dan ragam serta berbagai dampak globalisasi negatif yang dihadapkan kepada kita dalam masa apa saja, kita dengan Kalimah Akbar itu selalu akan survive dunia akhirat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s