Disiplin dan konsisten

Anda belum percaya kekuatan yang ada dalam diri Anda? Maka untuk bisa mengeluarkannya, Anda harus percaya sepenuh hati, tidak setengah-setengah. Untuk bisa percaya sepenuh hati, satu-satu tahap yang harus Anda lewati adalah disiplin dalam memakai waktu dan ruang gerak Anda, setelah itu dapat Anda wujudkan maka cobalah untuk konsisten pada pikiran tersebut. Maka kepercayaan akan potensi itu sedikit demi sedikit mengental dalam hati sanubari Anda.

Jika kekuatan ini telah menjadi miliki Anda sepenuhnya maka setiap kesempatan waktu yang ada akan menjadi peluang untuk menjadikan diri Anda orang yang sukses, bahagia dan berkelimpahan. Dan walaupun setiap orang memiliki kekuatan ini, semesta tidak akan kehabisan kesuksesan, kebahagiaan dan kelimpahannya. Karena setiap generasi memiliki masa sendiri-sendiri. Tidak saling mendahului atau melompati antara satu generasi dengan yang lainnya.

Maka dari itu, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Raih dan temukan kekuatan yang tersembunyi dalam diri Anda. Anda jangan terlalu puas dengan keadaan Anda saat ini. Ketahuilah, masih ada potensi yang bisa membuat diri Anda jauh lebih sukses dari kemarin. Dan setiap harinya, akan ada satu momen untuk memnemukan hal ini, momen perubahan.

Disiplin dalam mengikuti alur waktu yang terpaut dengan aktivitas sehari-hari dan Ibadah kepada Allah SWT. Setelah itu konsisten pada kebiasaan tersebut, sehingga kebiasaan-kebiasaan kita menjadi karakter hidup kita maka setiap saat dan dimanapun berada, kita selalu memncarkan gelombang kekuatan kita untuk menarik segala kesuksesan, kebahagiaan dan kelimpahan ke dalam hidup realita kita.

Anda memiliki waktu yang sama dengan manusia pertama diciptakan hingga manusia terakhir nanti, Anda memiliki waktu yang sama dengan orang-orang yang sukses dan orang-orang yang gagal, artinya sukses dan gagal itu bukan waktu yang menentukan atau jangan menunggu waktu yang menentukannya tapi Andalah yang memintanya, Andalah yang memilih antara mau sukses atau gagal. Apakah bisa kita sukses namun tetap bermalas-malasan? Jawabannya, bisa ya dan bisa tidak. Jika yang Anda maksud bermalas-malasan itu hanya mengikuti nafsu belaka, seperti tidur seharian, sering terlambat, maka Anda memiliki peluang sukses dengan cara menghilangkan dan menggantikan kebiasaan tersebut dengan disiplin waktu. Jika bermalas-malasan itu sebagai refresing pada paruh waktu maka Anda telah menunaikan kesuksesan Anda sendiri. Ada waktu-waktu kita harus menikmati keberhasilaan kita dengan bermalas-malasan. Tapi, momen terbaik menikmati keberhasilan kita adalah dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s