Persaudaraan itu…?

Sebagian orang berkata bahwa kita bersaudara. Namun yang terlihat adalah pertikaian dimana-mana. Kedamaian itu terasa bukan barang berharga lagi. setelah susah payah kemerdekaan draih, malah generasi muda saat inilah yang merusaknya dengan pertikaian yang tidak beralasan. Sepertinya tidak ada lagi tempat aman di negeri pertiwi ini.

Mengapa hal ini terjadi? Apakah faktor kemiskinan? Bukan, kemiskinan itu sudah ada sejak dulu. Jadi apa penyebabnya? Yaitu kurangnya pemahaman kita tentang arti persaudaraan. Persaudaraan itu hanya diartikan sempit sebagai saudara seibu-sebapak, atau bersudara karena sekelompok dan segolongan saja. Padahal, di negeri kita ini yang mayoritas Muslim haruslah mengerti bahwa persaudaraan dalam Muslim itu ada tiga macam ukhuwah. Ukhuwah yang dimaksud adalah

  • Ukhuwah Islamiah
  • Ukhuwah Imaniah
  • Ukhuwah Insaniah

Ukhuwah Islamiah
Kita bersaudara karena satu agama yaitu Muslim. Semua orang Islam itu bersaudara. Dan patut di antara mereka menjaga baik hubungan itu. Kebersamaan ini membuat kita bersatu. Dan jika bersatu kita akan kuat, dan jika kuat kita akan memiliki wibawa dan ditakuti. Namun apa yang terlihat sekarang, adakah umat Islam ditakuti karena wibawanya? Malah kita menjadi penyakit masyarakat di sebagian negara barat karena teror-teror yang mungkin hanya segelintir umat Islam yang melakukannya dengan tanpa dasar ajaran Islam itu sendiri. Umat Islam tidak bersatu dikarenakan perpecahan kaum Shunni dan Syiah, kaum NU dan Muhammadiyah dan lain sebagainy. Kita pecah karena masalah khilafiyah. Kita selalu memunculkannya ke permukaan hal-hal yang yang bisa kita pahami bersama namun dipertentangkan hingga pertumpahan darah sesama Muslim.

Bukan itu saja, kita pun sesama Muslim sudah terbiasa saling mengkafirkan, saling mengatakan bid’ah, saling mengatakan munafik sehingga peran Uzlah dalam penyelesaian masalah sudah tidak berguna lagi. Ego individu dan kelompok merajai diri dibanding kepentingan ukhuwah Islamiah.

Katanya kita satu Tuhan, Allah SWT, kita satu Nabi dan Rsulullah, Muhammad SAW, katanya kita satu kitab petunjuk yaitu Al Quranul Qarim, tetapi kenapa kita malah masih bisa terpecah belah? Karena kita belum mengerti bagaimana itu ukhuwah Islamiyah. Kita masih terikat oleh kepentingan kelompok dan membelanya lebih dari peran Ajaran ukhuwah Islamiyah itu sendiri.

Ukhuwah Imaniah
Jika antara sesama Muslim saja bisa bertikai, bagaimana kalau berbeda keyakinan? Sedangkan Islam mengajarkan kita bahwa kita yang memiliki keimanan yang berbeda tetaplah kita bersaudara. Inilah level berikutnya apa arti persaudaraan itu. Semua umat yang memiliki agama yang dibawah oleh para Nabi adalah saudara kita jua. Kita dilarang menumpahkan darah mereka. Kita semestinya duduk bersama, beruzlah mencari solusi jika ada aturan yang ingin ditetapkan atau untuk meredam pertikaian umat beragama.

Ukhuwah Insaniah
Inilah level tertinggi dari arti persaudaraan. Semua umat manusia itu bersaudara. Allah SWT dalam Islam memang telah menegaskan bahwa di bumi ini telah diciptakan banyak kepentingan, perbedaaan warna kulit dan sebagainya. Untuk apa? Kita simak firman Allah SWT berikut:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” QS. ar-Rum (30):22.

Dari sini terlihat jelas, bahwa, sumber penciptaan yang berbeda di muka ini bersumber pada satu Tuhan, Tuhan Umat Islam, Allah SWT. Jadi mengapa pula kita mau merusaknya dengan pembataian dan peperangan? Kalau pertanyaannya, bagaimana seandainya mereka yang memerangi kita? Maka jalan lainnya adalah balas mereka dengan santun bahwa kita semua saudara, peperangan hanya menghancurkan psikologis generasi kita, menghancurkan keluarga dan harta benda kita. Kita harus beruzlah dengan saudara kita yang memerangi kita, kita ingatkan dia bahwa betapa indahnya kedamaian itu. Jangan kita sebaliknya yang menghunuskan pedang, sehingga musuh kita semakin besar egonya untuk memerangi kita. Kita haruslah memiliki kharisma di depan mereka. Seperti model Rasulullah SAW dalam menengahi peperangan antar kaum kafir dengan umat Muslim.

Itulah persaudaraan yang tidak terlepas dari hubungan yang bersatu antar yang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s