Kita Semua Akan Kehilangan

Diinginkan atau tidak, kita pasti ditinggalkan, kita pasti kehilangan. Itulah teka-teki kehidupan.Kita sulit menebak, siap yang akan duluan pergi, apakah kita atau keluarga yang kita sayangi. Namun suatu saat, kita akan bertemu kembali dalam suasana nafsih-nafsih, yaitu dimana kita sudah tidak saling memperdulikan. Kita mempertnggung jawabkan segala kebaikan kita masing-masing dan siap menerima gnjaran yang setimpal dari Allah SWT. Dan mungkin diantara kita, di saat itu akan ada yang memohon untuk berpindah temapat, sesuai dengan firman Allah SWT “Mereka menjawab: Ya Tuhan kami, engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami telah mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (buat kami) untuk kelaur (dari neraka).(QS.Al Mu’Min:11) “

Inilah pertanda bahwa bukanlah perpisahan yang harus kita tangisi dan sesalkan akan tetapi makna dan isi perjalanan kita selama masih bersama dengan mereka, apakah sudah memenuhi target perjalanan hidup Islam? Jika iya, maka hentikanlah kesedihan itu, karena sesungguhnya dia telah selamat di sana. Yang harus kau lakukanlah adalah penuhi wasiatnya, dan berikanlah ajaran dan pengertian kepada sanak keluargamu bahwa suatu saat kita pun akan mengikuti almarhum . Maka jagalah dirimu yang masih hidup ini. Jangan kau jatuhkan dirimu dalam api neraka. Karena sesungguhnya siapa masuk neraka atau surga itu adalah pilihan kalian. Allah senantiasa meridhoi siapa yang bersungguh-sungguh di jalan-Nya.

Alam ini pun akan menangis jika kepergian itu adalah seorang sahabat semesta. Dia adalah orang yang peduli akan keutuhan alam ini. Memperjuangkan nasib sesama, maka alam pun akan menurunkan hujannya mengantarkan kepergian sahabat menuju liang lahat, sumber bahan penciptaan manusia.

Kita semua adalah sahabat semesta. Bentuk kepeduliaan kita hanya kita dan Allah SWT yang tahu namun efeknya dirasakan secara semesta, semua makhluk merasakan getaran dahsyat kepeduliaan itu.

Kita pedulu pada keluarga pun bentuk dari sahabat semesta. Kita memang bagian dari alam, bagian dari lingkungan yang kita buat sendiri. Maka sekali-kali kita hindari pengrusakan, tegurlah siapa yang melakukan itu. Hindari kesalahan berjamaah. Karena kesalahan itu akan menjadi kebiasaan jika tiada kontrol sosial yang baik. Semoga kita dikuatkan oleh Allah SWT saat kita telah kehilangan orang yang kita cintai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s