Hidup ini antara Aku, Kau dan Dia

Hidup ini antara Aku, Kau dan Dia. Inilah dilema yang sering kita ketemui. Dimana setiap orang merasa lunak disaat mereka berada dalam zona kenyamanan, namun disaat ada gesekan sedikit saja maka timbullah sebuah konflik antara saya, Anda dan mereka. Pada dasarnya konflik dan masalah ini sangatlah berbeda. Masalah itu bermain di dalam diri, sedangkan konflik bermain di luar diri. Jadi saat salah satunya datang kita harus menyelasaikannya dengan tepat agar silaturahmi antara aku, kau dan dia tetap terjaga.

Kapan konflik dikatakan berbahaya? Yaitu disaat konflik ini menjadi masalah. Jika konflik menjadi masalah maka ini akan menimbulkan dendam. Dan dendam ini akan tetap ada walaupun konflik telah usai. Karena pada level masalah, yang berperan penting adalah unsur instrinsik kita, pikiran dan perasaan kita. Sehingga situasi perekaman secara permanen pada pikiran bawah sadar akan terjadi secara cepat. Ini bisa merusak sampai dia memiliki beberapa generasi ke bawah.

Inilah yang saya katakan hidup dengan saling menjaga hubungan antara sesama manusia. Allah SWT pun selalu menekankan bahwa ada dua hal rahasia yang jika manusia laksanakan maka dia akan terjaga dan selamat di dunia lebih-lebih selamat di akherat yaitu “Hablul minallah wa Hablul Minannas”, Hubungan kepada Allah dan hubungan kepada sesama umat manusia. Inilah paduan konsep yang harus kita pahami dan praktekkan agar setiap masalah dalam diri bisa kita kembalikan kepada Allah SWT dan jika ada konflik bisa kita kembalikan kepada musyawarah mufakat antara sesama manusia.

Tak ada yang menolak perdamaian kecuali mereka yang kehilangan akal sehatnya. Semakin banyak orang dalam perdamaian maka akan lebih indah terasa jadinya. Mari kita wujudkan masa-masa ini, dimana hidup itu saling menanamkan rasa peduli, mengedepankan silaturahmi, dan mengekang egois yaitu mendahulukan kepentingan pribadi dan keluarga diatas kepentingan bersama.

Wujud diri yang damai di saat dia memiliki masalah namun terselesaikan dengan cepat, dan di saat terjadi konflik, hal itu terselesaikan pula dengan damai dan mampu menjadikannya pelajaran yang berharga. Salam diri untuk diri-diri yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s