Kenapa Marah = Suara Keras ?

Marah biasa kita identik kan dengan suara yang keras, kenapa bisa terjadi hal demikian? Karena kita hanya mengerti satu titik emosi yaitu marah. Seandainya kita mengerti titik yang lainnya maka Anda mampu mengolah emosi menjadi 5 konsep titik diantaranya marah itu sendiri, mengajak, merayu, memerintah dan membuat orang diam dan tunduk serta masih banyak titik yang lain. Namun dalam konsep ini suara yang keras janganlah menjadi konsumsi utama hanya pada marah. Marah bukan berarti Anda harus mengeraskan suara, karena marah itu terjadi karena adanya sesuatu yang tidak saling bersesuaian, apa pun itu dengan konsep yang telah Anda terapkan. Atau marah itu timbul karena gangguan yang tidak membuat Anda nyaman akan hal itu. Atau masih ada konsep yang lain.

Pada intinya, marah itu membutuhkan solusi, sedangkan suara yang keras bisa saja menjadi solusi namun 75% akan membuat objek penderita ikut memancing titik kemarahan baru, yang tentu saja kita tidak mengharapkan hal itu. Pada sebagian konsep kesalahan, memang dibutuhkan sebuah momen nada keras agar objek pelanggar bisa mengerti akan kesalahan itu dan mampu mengubahnya.

Konsep marah itu kalau obyek nya banyak orang bisa saja kita memakai nada keras untuk menyampaikan inti kesalahan dengan kemarahan yang memiliki kontrol diri, tentu saja alasannya agar mereka semua bisa mendengarnya. Sebaliknya jika obyek bersalah hanya sendirian maka hindari kemarahan pada dirinya di depan umum dengan suara yang keras. Efek jera itu tidak selamanya harus dengan mempermalukan nya akan tetapi dengan mengangkat martabatnya itu merupakan solusi terbaik yaitu dengan memarahi nya apakah dengan suara yang keras atau rendah tapi jelas di tempat yang tertutup, dimana orang lain tidak perlu melihatnya.

Tentu saja ini akan menjadi sesuatu yang wajar jika terjadi pada atasan ke bawahan. Bagaimana seandainya seorang bawahan memarahi atasannya dengan suara yang keras? Ya tentu saja kita tahu bersama bahwa itu tidak relevan walau se salah apapun seorang atasan, dia tetap atasan Anda. Salah satu cara memarahi atasan Anda adalah dengan cara menyampaikan kesalahannya dengan berbicara baik-baik kepada beliau di tempat yang tertutup pula. Atau jika itu terlalu menakutkan maka jalan terakhir adalah melaporkan nya pada atasan dari atasan kita. Simpel saja.

Namun apakah berteriak itu sebagai pasangan dari marah, kita hanya bisa melihat keadaan di lapangan. Siapkan banyak item solusi untuk beberapa perkara yang sama, karena solusi yang hebat belum tentu mampu menyelesaikan kasus yang sama pada orang yang berbeda. Take action but still care.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s