Last September

Mudah-mudah di penghujung bulan ini memberikan kita kemampuan untuk menapaki kehidupan yang lebih cerah di Oktober esok jika Allah SWT menghendaki diri kita hidup hingga saat itu tiba. Kita hanya mampu bertafakkur pada Allah SWT, seraya menyalin semua dosa yang telah berlalu pada diari kehidupan dan siap menutupnya dan menuliskan kehidupan baru di lembaran yang masih putih yang didalamnya adalah proses perbaikan diri, Semoga.

Diri ini sadar, banyak kesalahan yang dilakukan secara sadar dan berulang terus hingga usia ini berkurang. Hanya air mata yang berlinang akan dosa dan kesalahan yang diperbuat. Maka, target berikutnya adalah perbaikan diri dan akhlak. Diri ini terlalu banyak mengurusi urusan orang lain sehingga urusan diri sendiri menjadi bomerang kembali ke diri ini.

Menuju kebaikan memang dipenuhi batu kerikil dalam perjalanannya. Ada banyak celah kerusakan setelah melewatinya namun itu semua membuat hidup ini menjadi kuat untuk menolak hal-hal yang telah digariskan sebagai larangan oleh agama dan norma yang berlaku.

Mudah-mudahan pula, di bulan depan ini, karya kita semakin meningkat, kinerja kita semakin terasah menuju kualitas yang lebih baik. Mari kita pancarkan cahaya iman yang lebih jernih menuju perilaku kita yang lebih beradab dalam pergaulan masyarakat, dan tingkat kepedulian kita pun menjadi bertaraf universal.

Tingkat depresi senantiasa kita redam melalui perbaikan-perbaikan kecil yang telah kita sadari bersama. Tingkah laku itu begitu indah jika kesalahan yang sudah dilakukan digantikan dengan kebaikan-kebaikan jahiriah yaitu kebaikan yang tidak terputus walau kita telah tiada.

Walau tempat ini hanya untuk sementara bukan berarti kita menyia-nyiakan nya. Berjalanlah terus hingga fatamorgana itu berakhir. Dahaga perubahan dan perbaikan tetap kita jalani agar kita terhindar dari lupa dan khilaf.

Budak nafsu akan menyalahkan tubuh menuju kerusakan permanen dan ini sangat merugikan, namun itu semua masih bisa kita kembalikan fungsinya seperti sedia kala dengan cara instrospeksi diri. Terima kasih buat energi yang telah membantu diri untuk menyadari manfaat waktu ini. Assalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s