Jangan menolak Rejeki

Judul ini bersifat negatif dan mengantarkan kita kearah yang sebaliknya, “tolaklah rejeki itu”, tapi bukan itu maksud dan tujuannya. Namun, apa boleh buat, bangsa kita sudah terlanjur cinta dengan setiap kata “jangan” ini dan itu. Jangan korupsi, akhirnya korupsi pula yang terjadi.

Konsep jangan menolak rejeki artinya, terkadang kita menolak sebuah lapangan pekerjaan yang menurut kita belum sesuai dengan tingkat pendidikan kita. Padahal itu adalah awal dari rejeki terbesar kita kelak dan akhirnya gugur begitu saja.

Rejeki itu bisa datang dari segala arah namun penolakan yang kita lakukan selalu satu arah yaitu keegoisan hati dan pikiran. Kita terlalu banyak mengharap hal-hal yang lebih, ya ini adalah sisa doktrin dari orang tua dan guru-guru kita (maaf bukan untuk menghakimi) yang mengajarkan kita untuk bekerja yang langsung tinggi pangkat dan jabatannya padahal dilihat dari waktu kita merugi besar karena kebanyakan waktu kita gunakan untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti datangnya.

“..dalam ketenangan ada cahaya” cahaya menunjukkan jalan mana yang pantas dan tidak pantas kita lalui. Dari jalan itulah rejeki akan mendatangi diri Anda, jadi belajarlah untuk menerimanya walau itu harus Anda jemput di bawah saluran air yang kotor dan busuk. Percayalah, jika pekerjaan begini saja Anda mau menerimanya maka siap-siaplah tanganmu akan dijabat tangan oleh para penguasa. Karena kesuksesan yang telah Anda torehkan. Selamat bekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s