Hidup itu Sederhana jika kita Mau Menerimanya

Saya awali artikel ini dengan Salam Kebahagiaan. “Mengapa saya katakan hidup itu sederhana jika kita mau menerimanya“, karena hidup itu tujuannya untuk berbahagia. Dan bahagia itu cukup mudah didapatkan. Setiap orang mampu bahagia, saat ini juga. Merasa Berbahagialah ‘saat’ sekarang juga.

Hidup itu terbagi 3 berdasarkan waktu kejadiannya. Masa lalu, masa sekarang dan yang akan datang. Masa lalu penuh dengan problematika positif dan negatif. Di dalamnya ada unsur prestasi yang pernah diraih ataupun unsur kebahagiaan yang sulit terlupakan. Di masa sekarang kita berada dalam pilihan setiap detiknya, “mau bahagia” atau “penuh kebimbangan”. Kita harus memilih sehingga hal-hal itu menjadi masa lalu saat itu juga. Kita tidak mampu menolak perasaan buruk mendekati kita jika mendengar, melihat maupun mengalami kemalangan atau kedukaan, namun di saat yang bersamaan pula, kita masih bisa saja memilih untuk merasa bahagia, karena itulah kesederhanaan hidup.

Bagaimana cara kita memilih kebahagiaan tersebut? Tentu saja, kita harus merubah persepsi kita terhadap perubahan yang terjadi dalam diri kita. Maksudnya, apakah lingkungan yang mengubah keadaan kita atau kitalah yang mengubah keadaan kita sendiri terhadap lingkungan? Persepsi inilah yang perlu kita luruskan. Jika kita masih menganggap bahwa keadaanlah yang mempengaruhi mood kita maka hati-hati, kita telah berada dalam hidup yang rumit alias terombang-ambing oleh pilihan-pilihan yang membingungkan dan keadaan-keadaan yang membuat kita stres akibat tagihan-tagihan, utang, cicilan dan lain sebagainya. Hal itu tidak bisa kita pungkiri dan hindari namun kita mampu menjalaninya hanya dengan perubahan persepsi kita bahwa, kitalah yang merubah atau mempengaruhi kondisi di sekitar kita.

Hidup berkekurangan bisa saja mengundang banyak masalah, makanya kita harus merubah realitas eksternal kita tersebut menjadi serba berkelimpahan. Namun, merubah realitas tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, hanya dengan ngepet,apakah kelimpahan itu akan datang sendiri?. Kalau begitu, bagaimana caranya kita keluar dari unsur utama penghalang kebahagiaan yaitu serba kekurangan? Satu-satunya cara adalah kita harus mulai dari saat ini merubah realitas internal kita, keadaan yang berada dalam diri sendiri, itulah persepsi kita. Mengubah persepsi itu ternyata sangat mudah. Kita hanya membutuhkan keterbukaan menerima hal-hal baru kedalam pemikiran kita.

Itulah kesederhanaan mencapai kebahagiaan dalam hidup kita. Assalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s