Menipu Otak

Sugesti pada dasarnya adalah menipu otak. Otak tak harus mengalami suatu kejadian baru bisa memberikan respon rasa yang dahsyat, tetapi dengan adanya sugesti diri yang berkelanjutan maka kita dapat mengetahui sensasi rasa dari sebuah kejadian terlebih dahulu sebelum kejadian itu real di kehidupan kita.

Itulah sugesti. Menipu otak sebenarnya masih kasar dalam pembahasan akan tetapi niat kami disini adalah mengajak teman-teman untuk berpikir kritis terhadap makanan yang masuk di otak kita. Kita pada prinsipnya diciptakan disuruh berpikir. Beribadah pun disuruh berpikir. APakh ibadah itu layak dilakukan dengan keadaan kotor atau ada usaha untuk mengubahnya, itulah berpikir, mencari solusi yang mendatangkan kebaikan semesta kepada kita.

Kenapa sugesti itu harus berkelanjutan? Agar otak kita dapat merekam lebih cepat informasi rasa yang ingin kita tanam. Misalnya, sugesti diri akan kesuksesan lulus Ujian SNMPTN. Hal ini dilakukan berulangkali dalam sehari, hadirkan rasa kegembiraan setiap sugesti itu dilakukan, maka yakin saja otak akan merasakan hal yang sama dengan kelulusan tersebut. Dan jika otak sudah sejalan dengan keinginan kita, maka yakin saja gelombang otak akan memanggil atau menarik kesukseksan itu ke diri kita. 1000% True.

Otak akan menjadi magnet yang dahsyat. Menarik segala keinginan-keinginan tulus kita. Apakah itu sensasi rasa maupun materi dimensi 3 dan 4. Slamat mencoba, menipu otak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s